Solidaritas Orang Muda Lintas Iman

Solidaritas Orang Muda Lintas Iman

Oleh: Agatha Agnes (Forum Temu Kebangsaan Orang Muda)

Siapa yang bisa luput dari pandemi corona??

Yang mobilnya dua?? Atau yang tidak punya sepeda??

Yang rumahnya 5?? Atau yang tinggal di kontrakan sempit??

Semua bisa kena, tidak pandang berapa rupiah yang dimiliki.

Kalau corona tak memandang rupiah, mungkin memandang tempat ibadah??

Orang yang beribadah di masjid?? Apakah aman?? Tidak juga

Kalau di gereja, pasti aman?? Tidak juga

Mungkin di pura yang aman?? Tidak juga

Kelenteng, vihara atau tempat ibadah lainnya?? Pasti aman kan?? Tidak juga

Semua orang ternyata bisa kena, tak peduli tempat ibadahnya.

Kalau semua bisa kena, siapakah yang dapat menolong?? Semua orang bisa menolong. Mulai dari pemerintah, para tenaga kesehatan dan juga kamu. Tentunya dengan semangat bangsa Indonesia, gotong royong.

Gerakan #SalingJaga

Diinisiasi oleh Allisa Wahid [Gusdurian] dan Haidar Badir [Gerakan Islam Cinta] dan di koordinir oleh Gusdurian Peduli. Terdapat 55 posko gusdurian peduli di Indonesia, Gus AA adalah koordinatornya. Posko gusdurian peduli Jakarta, dikoordinir oleh Sari Wijaya.

Gerakan #JagaDiri dengan #JagaJarak supaya bisa #SalingJaga berhasil dilaksanakan sejak Maret hingga saat ini.

Apa sih yang dilakukan??

Membagikan sembako kepada masyarakat terdampak covid-19. Mereka yang penghasilannya berkurang dan juga yang penghasilannya menghilang.

Sembako yang diberikan berupa: 25kg beras, 1kardus mie instan, 2kg minyak sayur, 2kg tepung terigu, 1kg kacang ijo, 2kg gula, 1buah kecap manis, dan paket kebersihan (4masker, 4 sabun mandi, 4 handzanitizer).

Selain sembako, pada 24 – 25 Maret 2020, para relawan membagikan vitamin kepada para pedagang dan pengemudi ojek online yang ditemui di jalanan ibukota. Mengapa memberikan vitamin?? Tenta saja supaya meningkatkan imun tubuh. Imun tubuh yang kuat, mampu menyangkal penyakit.

Dalam membagikan sembako serta vitamin. Para relawan menerapkan aturan dengan selalu menjaga jarak.

Pendanaan

Selain tenaga, tentu butuh uang untuk memberikan sembako kepada yang membutuhkan. Menggalang dana lewat  kitabisa.com, menerima sumbangan dari konser dirumah aja, INTI (Ikatan Tionghoa Indonesia), Kanara Studio, serta para donator dari beragam elemen, kebutuhan pendanaan menjadi tercukupi.

Relawan lintas iman

Semua orang dari berbagai golongan terdampak covid. Sari Wijaya mengatakan “Ini adalah masalah kemanusiaan. Melakukan kemanusian tidak harus dikuasi oleh 1 golongan, ini tugas seluruh umat manusia”

Terdapat 18 relawan yang membantu menjalankan gerakan ini. Mereka adalah orang muda lintas iman. Posko yang terletak di Griya Gusdur Amir Hamzah, menjadi tempat mereka menginap sejak 24 Maret yang lalu.

Bekerja mengolah data untuk mencari penerima sumbangan serta lokasinya. Membungkus sembako yang akan dibagikan. Memasak untuk kebutuhan relawan sehari-hari. Juga membagikan sembako.

Banyak suka, ada juga duka yang dialami. Kangen orangtua dan keluarga, sudah pasti. Ada juga yang kangen dengan binatang peliharaan.

Suasana dibuat selalu ceria dan menyenangkan. Saling berbagi cerita, menyanyi, main PS, bahkan membuat video lucu pun dilakukan. Tapi, mereka juga tetap membawa pekerjaan, maklum lagi suasana WFH, relawan tetap berjalan kerjaan tetap selesai.

Salah satu moment haru yang diungkap Sari adalah ketika ia melihat relawan melakukan misa online, juga ibadah online. Ditengah pandemi ini, mereka melewatkan suasana paskah di posko relawan, bukan dirumah bersama keluarga. Ada juga ibu dari seorang relawan (Khanza) yang datang ke posko untuk membawakan pakaian anaknya.

Bonifasius salah satu relawan bercerita “Rasa takut ada, tapi tetap jaga diri dengan vitamin, makanan, dan kebersihan. Rasanya juga senang karena bisa bantu orang”

Harapan dan Pesan

Supaya banyak yang bisa dibantu. Semoga orang-orang makin sadar dan banyak yang mau membantu. Karena pemerintah ga bisa sendirian. Pemerintah butuh bantuan dari semua pihak.

Terima kasih untuk sumbangan yang terus mengalir dari banyak pihak, masyarakat Indonesia memang punya tingkat kepedulian tinggi terhadap sesamanya, terbukti dari sumbangan ada yang kami terima, tidak hanya nominal besar, banyak juga yang 10rb, 20rb. Dengan Bersama-sama kita memang bisa mengatasi pandemi ini.  

Untuk orangmuda lintas iman “karena kepercayaan yang beragam. Mari berdoa bersama untuk mendoakan Indonesia supaya lekas pulih dan sembuh. Bergerak tak perlu melihat agama suku ras, tapi berdasar kemanusian. Mari berjuang dan berdoa Bersama. #tetapdirumah #stayathome”

Kami optimis pandemi ini akan selesai, kalau masyarakat Indonesia memanuhi anjuran pemerintah. Tetap jaga diri stay at home!!