Belajar Dari Barack Obama

Belajar Dari Barack Obama

Oleh: Korpus Krsti Yohanes Darmo
Divisi orang muda dan lingkungan Temu Kebangsaan Orang Muda Indonesia 2017

Akhir tahun 2016 dan triwulan pertama 2017 kampanye rasisme dan politik sektarian mewarnai atmosfer politik Indonesia dalam pikalda DKI Jakarta. Namun bukan Indonesia namanya jika hal yang “nge-tren” di ibu kota tidak merambat ke daerah-daerah di wilayah nusantara. Berbagai macam ujaran kebencian dan penyebaran informasi hoax juga menjadi “tren” dalam percakapan melalui interaksi media sosial, tercatat bahwa terdapat 700-800 ribu situs yang menyebarkan berita kebohongan di media sosial  sesuai dengan penyampaian Kementerian Komunikasi dan Informatika (dikutip dari CCN Indonesia).

Persoalan ini tentu menjadi sebuah perhatian baik secara nasional maupun internasional, hal ini dikarenakan sejak berdirinya republik ini dasar-dasar toleransi baik melalui Pancasila maupun simbol-simbol lainnya sudah diletakan dan ditetapkan oleh para pejuang kemerdekaan dan dunia internasional memandang Indonesia adalah contoh negara yang paling memiliki semangat toleransi antar umat beragama.

Belajar Dari Obama

Hari ini seorang tokoh Amerika Serikat, yang juga mantan presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama dalam kongres Diaspora Indonesia memberikan sebuah tamparan dan pesan bagi setiap anak bangsa untuk terus merawat keberagaman Indonesia. Obama menegskan bahwa salah satu pembeda Indonesia dengan negara lainnya adalah adanya semangat akan “Bhinneka Tunggal Ika” (Berbeda-beda tetapi tetap satu) yang tentu tidak semua negara lain miliki.

Dengan adanya Candi Borobudur candinya umat Buddha dan Candi Prambanan candinya umat Hindu ditengah Indonesia yang merupakan negara Islam besar di Asia, dengan adanya masjid dan gereja yang bersampingan dibeberapa wilayah Indonesia, tentu menjadi sebuah legitimasi bahwa keberagaman Indonesia dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sudah diletakan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Semangat akan toleransi disetiap elemen merupakan salah satu pembeda Indonesia dengan negara lainnya yang merupakan sebuah “karakter” penting yang harus dikirim ke semua negara muslim diseluruh dunia. Dimana dengan semangat akan toleransi, setiap negara akan dapat bahu membahu membangun negaranya.
Obama menegaskan pada kita semua, bahwa kekuatan besar Indonesia adalah persatuan, kekuatan terbesar Indonesia adalah toleransinya dan kekuatan terbesar Indonesia adalah Pancasila dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki.

Dengan kekutan tersebut Indonesia mampu menjadi negara yang mendorong tecapainya internasionale dimana tidak adanya penindasan bangsa atas bangsa dan penindasan manusia atas manusia, kekuatan tersebut juga yang menyebabkan Indonesia diawal kemerdekaannya disegani dunia Internasional.
Ada satu pertanyaan yang sekiranya kita perlu jawab bersama, yakni mengapa Obama yang seorang Amerika percaya akan toleransi dan semangat Bhinneka Tunggal Ika kita?? Sedangkan sekelompok orang Indonesia sudah mulai tidak percaya akan cita-cita tersebut? Tentu hal ini perlu menjadi refleksi bagi kita semua.

Kembali kepada persoalan sektarianisme dan rasisme,  konsep yang berkembang dalam situasi hari ini perlu direspon dengan baik oleh semua kalangan, sudah seharusnya kaum muda merespon berbagai situasi yang berkembang dalam negara, integritas seorang kaum muda perlu dipelihara agar kedepan langkah bangsa ini akan terarah, tanpa kaum muda yang progresif dan revolusioner semua akan sia-sia, Obama juga turut menegaskan bahwa generasi muda bangsa harus melawan intoleransi.

Seorang Obama adalah mantan presiden Amerika negara adikuasa yang penuh kontroversi, namun pesan yang disampikan bukan tentang ke-Amerikaannya, akan tetapi pesan seorang manusia dengan manusia lainnya. Sekatrianisme dan rasisme merupakan sebuah penyakit dalam dunia perpolitikan di negara manapun yang harus dilawan.

Mari optimis bahwa kita bisa mendorong Indonesia pada rule yang seharusnya. Mari melawan ketidakadilan, mari bergandeng tangan membentuk simpul-simpul perjuangan. Dunia memang sudah modern, dunia memang sudah sangat maju, tapi kita masih punya pekerjaan untuk dilakukan. Hapuskan ketakutan dengan harapan, hapuskan penindasan dengan mendorong kemajuan dan kesejahteraan. Saatnya orang muda bergerak.

Merdeka !!!

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://temukebangsaan.com/belajar-dari-barack-obama/
Twitter
Share
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *